Alasan Mengapa PKS Memilih SBY

Ini adalah tulisan yang dikirim melalui forum komentar pembaca, semoga bermanfaat bagi yang ragu dengan keputusan PKS memilih SBY-Boediono

Assalamualaikum Wr. Wb.

Saya membutuhkan cukup waktu untuk bisa memahami alasan DPP PKS memilih tetap berkoalisi dengan SBY-Boediono. Itu, karena tadinya saya mengharapkan dan menyangka PKS akan memilih JK. Namun, setelah jelas sikap DPP sedikit-demi-sedikit saya menemukan jawabannya. Semoga apa yang saya fahami ini tidak semuanya salah.

Pertama, PKS bukan satu-satunya partai Islam yang memilih SBY. Disana ada koalisi seluruh partai Islam dan berbasis massa Islam yaitu PKB, PPP dan PAN. Jadi, ini kemaslahatan pertama yaitu mendahulukan koalisi partai Islam dibanding koalisi sekuler termasuk yang mendukung JK. Mana yang harus kita utamakan, kumpulan partai Islamis atau koalisi partai sekuler?

Kedua, kalau misalnya JK berasal dari partai Islam, atau ada indikasi meyakinkan dia mendukung Islam, misalnya memiliki keberpihakan dalam kasus Ahmadiyah, RUU APP, terorisme Islam dan lain-lain yang ada kepentingan Islam disana, saya setuju pilihan JK disebut sesuai dengan syariah Islam. Kalau indikasinya “hanya” jilbab istrinya dan shalat di masjid Sunda Kelapa karena mau jadi capres, itu tidak cukup. Kenapa? Dulu, waktu ribut majalah Playboy di Indonesia , saya ingat betul JK bilang, ”Bagaimana caranya menghentikan Playboy? Kita tidak punya instrumennya…”. JK terus terang menolak menghentikan Playboy. Lalu, apa artinya JK yang menjilbabi istrinya tapi tidak bisa mencegah anak-anak bangsa dinegeri Islam terbesar ditelanjangi oleh Playboy? Tentu saja, terbitnya ikon porno itu kini bukan sepenuhnya salah JK. Tapi, dimanakah aspek kesyariahan JK dengan komentar dia itu? FPI tanpa menggunakan perangkat hukumpun sanggup mengusir Playboy dari Jakarta dan membuat umat Islam sadar tentang bahaya majalah bugil itu dibanding JK. Saya tidak menyalahkan bagi yang mau memilih JK dan semoga JK ingat masjid tidak hanya karena mau jadi capres. Tapi, untuk mengatakan bahwa JK lebih sesuai dengan syariah Islam, kita butuh indikasi yang lebih banyak dan komprehensif. Baik SBY, JK apalagi Mega, tidak ada yang syar’i. Saya kira, kita harus lebih berhati-hati melegitimasi sesuatu dengan predikat syar’i. Ini harus diklarifikasi agar tidak muncul anggapan PKS melarang memilih sesuai dengan syariah Islam…

Ketiga, ini adalah alasan paling penting. Keputusan memilih SBY dibuat melalui proses Syura. Apa artinya Syura? Artinya, ada 99 kader terbaik PKS yang duduk bersama untuk mengkaji dari segi syariah, politik, ekonomi, kebudayaan dan lain-lain dengan dukungan kepakaran, data, survey, analisa, pengalaman dan sistem untuk menetapkan dukungan terhadap SBY. Keputusan ini dikokohkan kembali dengan keputusan pakar-pakar Islam di Dewan Syariah. Dengan begitu, kesalahan makin mantap diminalisir. Jika kita hendak menolak keputusan syura ini, sepatutnya kita juga mendasarinya dengan kapasitas lebih tinggi atau setingkat. Jika hanya pertimbangan individu, saya khawatir disana ada lebih banyak yang kita tidak tahu daripada yang kita tahu. Kita perlu bertanggungjawab dalam pilihan kita, sebab itu semua akan dimintakan pertanggungjawaban kita di mahkamah Allah pada yaumil akhir nanti.

Ijinkan saya bertanya, saat kita menolak SBY dan memilih JK : sudahkah kita melakukannya—misalkan dengan — proses pengumpulan sample data, survey, penelitian mendalam, analisa komprehensif dengan fikiran dan hati tenang-jernih tanpa emosi, pengkajian kaedah-kaedah fiqih siyasi yang diiringi shalat tahajjud, shalat istikharah dan munajat kepada Allah seperti yang dilakukan oleh Majlis Syura dan Dewan Syariah PKS? Jangan-jangan kita hanya merujuk berdasar berita dan rumor di mass media dan fikiran selintas saja? Obrolan di kantor? Apakah semua isi mass media dan imej JK yang dikarang tim suksesnya itu sesuai dengan kenyataan? Siapa yang menjamin? Dapatkah itu menyamai kualitas data, pengalaman politik dan kapasitas 99 anggota Majlis Syura? Kalaupun kita sudah melakukan itu semua, paling tinggi, itukan kita lakukan sendirian…Bisakah kapasitas dan analisa kita menyamai 99 anggota Majlis Syura plus Dewan Syariah? Pantas saja, Allah menyuruh kita menggunakan mekanisme Syura dalam pengambilan keputusan. Ternyata, jika keputusan dibuat sendiri kelemahannya jauh lebih banyak. Tentu saja keputusan Majlis Syura bisa saja salah. Mereka bukan kumpulan malaikat dan nabi. Namun, jika Majlis Syura saja bisa salah, tentu kita yang sendirian lebih pantas untuk salah. Saya rasa, kearifan seperti ini perlu kita gunakan saat mengkritik PKS dengan keputusan-keputusan politiknya.

Keempat, mungkin ini pendapat agak asing, tapi bisa dipertanggungjawabkan. Dalam memilih pemimpin, aspek kesesuaian dengan syariah tidak hanya didasari alasan kesalehan orang yang kita pilih. Belum tentu orang yang lebih saleh itu, pasti lebih benar dalam memimpin (ini dengan memisalkan JK lebih saleh dari SBY). Imam Ahmad berkata, ”Seorang panglima yang saleh tapi tidak mengerti perang, kesalehannya hanya untuk dirinya dan ketidaktahuannya tentang perang berakibat fatal bagi umat Islam. Tapi, seorang panglima tidak saleh yang menguasai ilmu perang, ketidaksalehannya hanya siksa untuk dirinya sementara pengetahuan perangnya jadi maslahat bagi umat Islam”. Pendapat ini didukung pula oleh Ibn Taimiyah. Menurut keduanya, bisa jadi pemimpin yang kurang saleh lebih berhasil disamping pemimpin saleh tapi lemah dan tidak punya strategi (Ibn Taimiyah, al-Siyasah al-Syar’iyah, Beirut : Dar al-Afaq, 1983, cet.1, hal. 16-17). Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah, akan memperkuat agama ini (meski) melalui tangan orang fajir (fajir: pelaku dosa, lawan dari saleh). (HR. Al-Bukhari, Kitab al-Maghazi, Bab Ghazwah Khaibar, no. 3882 dan Imam Ahmad, Musnad Abi Hurairah, hadits no. 7744).

Jadi, Imam Ahmad, Ibn Taimiyah, Imam al-Bukhari dan lain-lain telah menyimpulkan bahwa kemenangan dakwah bisa juga diperoleh melalui perantara orang-orang bukan shaleh dan fasik. Tentu, orang fajir dan fasik yang bagaimana dulu….tentu tidak boleh juga sembarangan, kan ? Dalam Sirah Nabawiyah, ada riwayat bahwa Rasulullah SAW meminta bantuan dan perlindungan pada pemimpin musyrik al-Muth’im bin ‘Adiy atau raja Kristen Najasyi, beliau juga berkoalisi dengan kabilah Khuzaah yang banyak dari mereka masih musyrik dan Rasulullah SAW berkoalisi dalam treaty dengan Yahudi kafir dalam piagam Madinah yang populer itu, atau meminta tolong pada Abdullah bin Uraiqith, penunjuk jalan yang masih musyrik saat berhijrah ke Madinah.

Meski begitu, pemimpin yang paling tepat adalah yang memiliki kesalehan dan kekuatan strategi sekaligus. Tapi, yang seperti ini menurut Ibn Taimiyah sangat jarang. Kadang dia saleh tapi dia terhalang oleh faktor luar untuk memberikan kepemimpinan yang benar. Maka, menurut beliau, pemilihan seorang pemimpin, harus mempertimbangkan aspek sekomprehensif mungkin, bukan hanya sisi pribadi dia sendiri.

Kelima, ditakdirkan JK lebih saleh dari SBY, kita bertanya, bagaimana dengan Golkar? Saya berpendapat, salah satu keuntungan Pemilu 2009 yang jelas adalah berhasil ”dihancurkannya” suara partai terbesar penyokong kerusakan di Indonesia yaitu PDIP dan Golkar. Kita tidak boleh lupa. Tahun 2008 pasca fenomena PKS di DKI, Depok, Jabar dan Sumut, untuk pertamakalinya PDIP dan Golkar duduk bersama menyatakan Deklarasi Palembang untuk membendung apa yang mereka sebut bahaya sinkretisme terhadap keutuhan NKRI. Orang terkejut untuk pertamakali PDIP-Golkar bisa duduk bersama, dan ternyata kepentingannya sama-sama hendak melawan Islam. Jadi, habisnya dua partai ini di tahun 2009 adalah prestasi yang harus kita syukuri.

Dengan kemenangan SBY di Pilpres mendatang, maka ”kehancuran” PDIP dan Golkar sebagai pilar korupsi dan mega-kejahatan Indonesia itu bisa makin ”disempurnakan”. Sebaliknya, kalau JK yang menang apa tidak mungkin Golkar mengkonsolidasikan kekuatan dan come back lagi? Saya bertanya-tanya, bagaimana kita bisa ”terbius” dengan ”kesederhanaan” dan ”kebersahajaan” JK-Wiranto untuk bersama-sama melupakan kejahatan Golkar? Jangan-jangan, kita terjebak dalam strategi mafia dan jaringan kroni Golkar dan kaum anti Islam melalui siasat kampanye tim sukses mereka? Saya kira, masalah Pilpres, tidak bisa disederhanakan dalam figur JK-Wiranto saja. Ini kalau kita menyepakati Golkar lebih bahaya dari Demokrat. Demokrat relatif jauh lebih rapuh, tidak memiliki basis massa yang permanen serta hanya bergantung pada figur SBY yang sudah pasti berakhir di 2014. Demokrat tak punya basis memadai untuk menjadi kekuatan besar dan tahan lama. Demokrat hingga kini tidak punya faktor yang diandalkan selain SBY bukan?

Keenam, bisa jadi JK lebih saleh, namun nyatanya ia memiliki satu kekurangan yang cukup fatal. Dia seorang yang lemah di tubuh Golkar sendiri. Dalam Pemilu kemarin, banyak suara yang menolak JK. Dalam Golkar sampai ada empat blok, selain JK, ada Sri Sultan, Akbar Tandjung dan Fadel Muhammad. Tiga orang ini sama-sama memiliki basis massa yang kuat dan mencoba langkah-langkah politik sendiri. Terlebih lagi, Akbar Tandjung berhasil mengumpulkan banyak wakil dari daerah dalam Mukernas Golkar dan mengajak boikot JK. Di koran Tempo diserukan agar JK berintrospeksi karena tidak mampu menjaga keutuhan Golkar. Golkar, diambang perpecahan serius dimasa kepemimpinan JK. Kondisi ini sangat berbahaya. Ternyata JK tidak mampu mengendalikan partainya. Kalau JK setuju Golkar melakukan konvensi capres seperti di tahun 2004, bisa jadi dia tidak terpilih sebagai capres karena sekarangpun dukungan atas pencapresan JK dilakukan sangat terakhir. Kelemahan JK ini akan mengakibatkan orang-orang partainya bertindak semau gue dalam menjalankan pemerintahan nanti. Maka koalisi dengan JK menjadi langkah yang sangat rawan karena kelemahan JK mengendalikan partainya. Dan kedepan, figur-figur selain JK akan menunggu untuk hadir di 2014. Ini berbeda dalam kasus Demokrat dan SBY.

Ketujuh, berbicara tentang klenik, saya kira Golkar sendiri tidak bersih dari klenik. Kita tahu, tokoh kunci Golkar yaitu Sri Sultan, mengkondisikan masyarakatnya melalui agenda keraton yang berkutat dengan kultur klenik dan khurafat yang dipelihara sistematis dan mengakar, bahkan menjadi cagar budaya. Di Batam, caleg-caleg nomor-jadi Golkar diisi orang-orang Kristen. Di Sumedang, ada caleg provinsi dari Golkar nomer jadi beragama Kristen yang dimana-mana menggunakan tambahan H didepannya supaya dikesankan Haji. Maka, kalau bisa, untuk mendukung atau menolak seorang pemimpin, sebaiknya tidak didasari oleh secuil kasus A disini dan fakta B disana sehingga yang muncul adalah fragmen yang tidak utuh karena fakta negatif bisa ada dimanapun. Kita membutuhkan informasi yang lengkap dan komprehensif.

Kedelapan, persoalannya bukan terletak pada berubah-ubahnya fatwa dan zig-zagnya suatu langkah politik. Persoalannya adalah, manakah keputusan yang benar? Langkah politik yang lempang tapi salah, tentu tidak kita inginkan. Para ulama menyepakati kaedah perubahan fatwa mengikuti perubahan kondisi dan sebabnya.. Zig-zag dan berubah-ubah itu tidak mengapa, asalkan itu benar. Perubahan strategi politik antara 2004 dan 2009 itu tidak mengapa jika memang itu benar dan dibutuhkan. Strategi politik tahun 2004, bukanlah seperti wahyu yang tidak boleh diubah. Saya yakin, di tahun 2014 nanti juga akan terjadi perubahan-perubahan strategi…

Masih banyak lagi alasan yang bisa diberikan mengenai mengapa tidak memilih JK. Diantaranya adalah SBY telah bersedia menerima kontrak politik yang berisi agenda-agenda dakwah seperti masalah pembebasan Palestina dan lain-lain. Memang, kelemahan-kelemahan ini sebagian juga ada di SBY. Namun di beberapa poin, SBY tidak seberat JK dengan Golkarnya.

Bagaimanapun SBY lebih aman dan menguntungkan untuk dipilih. Golkar memiliki tingkat bahaya yang lebih permanen dibanding Demokrat.

Meski begitu, harus diakui PKS juga punya kesalahan dan kelemahan. Selain itu, ada juga masalah teknis dan komunikasi. Makanya, saya tidak terkejut mendapati orang bingung melihat PKS masih di jalur dakwah atau bukan. Wajar, karena PKS bukan kumpulan malaikat dan nabi. Mereka adalah manusia-manusia. Adalah tidak manusiawi, jika kita tidak mau memahami kesalahan PKS. Namun, selama partai ini masih memelihara ribuan halaqah yang merumuskan dan merealisasikan berbagai agenda dakwah dan tarbawi, lebih dari satu juta kader terbina, ada agenda tatsqif, mabit dan katibah, punya Majlis Syura dan Dewan Syariah, struktur dakwah dan jamaahnya masih solid, tidak pecah dan terus bekerja, masih gegap memekikkan kata jihad, takbir dan kematian syahid, masih menangis dalam shalat malam berjamaah dan merasakan penderitaan rakyat Palestina, saya meyakini PKS tetap satu-satunya partai dakwah yang paling relevan di Indonesia . Kecuali, kalau itu semua sudah bubar dan tinggal kegiatan politiknya saja.

William Lidle, seorang Yahudi ahli Indonesia mengatakan di Metro-TV PKS adalah kekuatan Islam paling berbahaya. Baru-baru ini, terbit sebuah buku “Ilusi Negara Islam” oleh LibForAll. Disana ada Gus Dur, Musthafa Bishri dan Syafii Maarif. Isinya sangat menyudutkan PKS sebagai kaum ekstrim yang membahayakan NKRI. Di Singapore, Taufik Kiemas menyebut PKS sebagai metamorfosa kaum teroris menjadi partai yang legal. Belum lagi isu Wahabi, GAM dan lain-lain yang ditujukan pada PKS. Kaum anti Islam sedang panik melihat perkembangan Islam melalui PKS. Mereka takut fenomena Turki,

Mesir dan Palestina terjadi di Indonesia . Mereka jauh lebih takut PKS dibanding HTI, FPI, Salafy atau Majelis Mujahidin. Kenapa justru kita sebagai orang yang sadar dengan Islam malah hendak menyerang PKS?

Sudah cukup rasanya umat Islam merasakan perihnya perpecahan, kelemahan dan dikerjain orang lain. Biarlah kader-kader PKS lebih memilih suara qiyadah dan syura mereka. Janganlah kita menambah lebih banyak lagi syubhat dan kebingungan sehingga menyebabkan perpecahan dan kelemahan.

Semoga Allah melimpahi kita dan para pemimpin Islam dengan hidayah dan rahmat. Semoga Allah memelihara langkah kita dalam istiqamah. Amin.

Wallah A’lam bis-Shawab. Wassalamualaikum

58 Comments

  1. Subhanallah, artikel yang mencerahkan. Semoga kita sama2 bisa Istiqomah diJalan Alloh SWT, amin.
    Izin copas ^_^

    • Ass.
      Sebagai hamba Allah yang berotak dan berakhlak janganlah kita terjebak dengan tipu daya setan, dan hati-2 dengan black campaign.
      Berjamaah perlu tapi taqlid buta nanti dulu.

      wassalamu alaikum wr. wb.

  2. assalamu alaikum wr. wb.

    alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya? Ga Nyambung & Ga Jelas? :-\

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    secara sempurna dan menyeluruh.
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.

    • partai GOLPUT presidennya siapa??? menterinya siapa kok masih nebeng…??? seharusnya punya pemerintahan sendiri, yaitu pemerintah golput, punya motor sendiri.. punya pabrik sendiri pokok kalo yang di katakan golput jangan sampai nebeng donK???

  3. Ini bukan alasan PKS. Ini pendapat anda.

  4. Pada level normatif, apa yang diampaikan nyaris benar adanya, tapi dalam level pragmatis, tidak semudah, sesederhana, dan seindah itu….

  5. Apakah dengan ketemu SBY selama 1 jam keberatan PKS sudah selesai?????
    ada apa dengan pertemuan itu??????

  6. 1.Sejak lama isteri JK sudah berjilbab, saya dukung ani sby mulai brjilbab, tapi ini menjelang pilpres semoga taubatan nasuha.
    2. Sejak lama JK punya kebiasaan membuat statement setelah sholat Jumat, bukan hanya menjelang pilpres.

  7. insya Allah, dukungan tetap pada PKS dan PKS serta keputusan PKS….

    maju PKS, untuk Indonesia yang lebih bersih, peduli dan profesional

  8. Assalamu’ alaikum…

    Ba’da tahmid wash sholawat,
    Saya tahu bahwa ada alasan-alasan khusus yang jauh lebih ilmiyyah dan dengan berbagai pertimbangan tidak dipublikasikan secara langsung, begitu juga dengan isi draft kontrak politik PKS dan SBY-Berbudi (karena sampai saat ini tidak saya dapatkan di website resmi PKS). Saya hanya ingin kita mengkritisi artikel di atas, supaya kita lebih adil dan obyektif menilai koalisi saat ini, dan dengan alasan yang lebih rasional.

    1. Alasan Pertama, mengapa partai-partai Islam tidak membentuk koalisi sendiri dan mengajukan capres/cawapres sendiri [1] ? Tentu ini lebih maslahat, bukan? Alasan no.1 terkesan aneh sekali, karena tidak semua pengurus partai-partai itu berpihak sesuai dengan keputusan elit politik mereka. Sejauh yang saya ketahui, koalisi PKS dan partai Islam/berbasis massa Islam yang lain tidak pernah membuat goal yang cemerlang, setelah kasus Piagam Jakarta saat masih PK (walau kalah, tapi masih jelas identitas keislaman partai-partai ini). Selebihnya? Non sense!

    2. Alasan no. 5, untuk masalah korupsi kita juga harus mawas diri. Beberapa kader PKS dan Demokrat ada sebagian yang terjerat kasus, meskipun langsung ditangani dengan cepat (untuk Demokrat, masih sisa kasus Four Season, kemudian kasus Pak Sarjan Taher, dsb), bisa dilihat di [2]. Secara nasional, prestasi 2 partai ini masih OK dibanding PDIP dan Golkar. Overall setuju. Kemudian, Demokrat hanya memiliki massa sementara? Jangan salah mas, jangan salah. Dengan uang, Fox Foundation bisa menciptakan figur baru. Jangan salah. Memangnya dulu SBY adalah tokoh? BUKAN, dia menjadi tokoh setelah “terlihat dizolimi pemerintahan Megawati” dan dipublish oleh media.

    3. Alasan no.7, masalah klenik saya berharap rekan-rekan PKS tidak ada yang mempercayainya sama sekali. Insya Alloh. Tapi untuk Demokrat? Jangan salah, mas. Objektif dong, mereka juga menyembelih sesaji untuk beberapa acara di daerah. Coba mas buka berita di Kompas Online [3], [4]. So, untuk urusan yang ini, saya kurang setuju jika Pilpres dikaitkan dengan klenik. Emangnya SBY nggak pake dukun? Kata siapa, mas?

    4. Untuk alasan langkah politik, oke. Ini yang saya mau komplain. Apakah untuk meraih kursi dan kemenangan, PKS harus mengeluarkan dana habis-habisan mendatangkan band dan menyewa penyanyi dangdut ? Konon, pengurus DPW di daerah-daerah baru tahu malam sebelumnya kalau kampanye akbar mendatangkan band dari Jakarta, yang di-drop oleh DPP. Apakah Anda sudah pernah melihat dan gabung di kampanye akbar PKS? Kalo belum, boleh lihat foto-fotonya di [5] dan di [6]. Untuk yang satu ini, innalillahi…..semoga pengurus DPP beristighfar sebanyak-banyaknya. Kalau ini disebut tanpa syuro’, terus untuk apa kajian manhaj haraki tiap minggu, atau fiqh da’wah ?

    Saya yakin, untuk masalah kesalahan, kita bahkan Alloh SWT adalah maha pengampun. Tapi jika diingatkan, mohon dipertimbangkan pula untuk dievaluasi dan tidak menggunakan apologi “Kita adalah jama’ah manusia, bukan malaikat”. Itu tidak bisa jadi pembenar untuk kesalahan-kesalahan berikutnya. Bahkan kampanye kemarin berturut-turut dilakukan, meski sudah dikritik habis-habisan, “Mengapa masih saja mendatangkan band aneh-aneh?” Innalillahi…..

    5. Masalah buku Ilusi Negara Islam, apakah Anda sudah membacanya secara tuntas? Isinya tidak hanya menyudutkan PKS, mas. Tapi “IDEOLOGI GERAKAN TRANSNASIONAL”. Artinya, baik PKS, HTI, MMI, atau apapun namanya yang mengambil referensi ulama ikhwan, ulama’-ulama’ beraliran dar-al-islam / al-qaidah, atau ulama’ hizbut tahrir internasional dianggap transnasional. Untuk yang satu ini, cukuplah Alloh yang membungkam para munafiqun itu.

    Kita sebaiknya melihat koalisi dan langkah politik secara objektif, sebelum mengajukan alasan-alasan yang kurang mengena. Saya yakin, ada maslahat yang lebih besar dengan bergabung dan mendukung SBY. Ke depan, komunikasi politik PKS perlu diperbaiki, baik internal maupun external. Sehingga, kita mampu menjawab alasan-alasan logis berkoalisi, tanpa harus selalu menunjukkan ke semua orang bahwa umat muslim sedang terzolimi (umat Muslim yang mana? Semua capres/cawapres kita berstatus muslim). Terkadang dalam politik praktis, alasan logis lebih bisa diterima dengan akal sehat.

    Wallahu a’lam bish showab

    Maroji’ :

    1. http://www.eramuslim.com/dialog/mengapa-pks-tidak-memolopori-bangkitnya-politik-islam.htm
    2. http://ikwanti.wordpress.com/2009/03/03/daftar-partai-yang-anggotanya-pernah-terlibat-korupsi/
    3. http://ayok.wordpress.com/2009/06/03/tim-sukses-sby-boediono-larung-sesaji-di-sungai-brantas/
    4. http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/06/03/03163175/Larung.Sesaji.di.Sungai.Brantas
    5. http://renimaldini.wordpress.com/2008/10/11/ererw/
    6. http://www.eramuslim.com/berita/analisa/menakar-kekuatan-politik-pks.htm

  9. saya lebih pilih JK-Win, ..
    Hidup JK-Win, ..

    I luv Islam, .. but I luv Indonesia,..
    “bukan kah mencintai INDONESIA (tanah air) jg bagian dr IMAN” ; demikian kata Nabi SAW.
    NKRI bg saya fiinal abis perkara,. titik !!,

    hidup JK-Win !!, .. the next Indonesian President.

    • haditsnya dhoif mas…
      hubbul wathon minal iman
      jadi ga bisa jadi hujjah yang nyata

      • hadisnya maudhu’ mas

        ga sekedar dhoif, tapi palsu. ada lo di bukunya harun yahya (saya lupa judulnya, punya banyak sih…)

        sepakat: ga bisa jadi hujjah yang nyata

    • http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2005/12/09/brk,20051209-70403,id.html.. with another sad memories
      50 Pesantren di Jateng dan DIY Tolak Sidik Jari …

  10. saudara sesama muslim, jgnlah perbedaan diantara kita menjadikan kita berpecah. biar bagaimanapun saudara2 kita yg tergabung dengan pks nya telah melakukan banyak hal yg positif/baik, kalopun ada yg negatif/buruk mari kita nasehati, diingatkan bukan dicaci maki. begitujuga dg saudara2 kita yg berjuang dg tidak menggunakan jalur partai. mereka juga telah banyak melakukan hal yang baik/positif walaupun tentunya sedikit banyak juga ada kekurangannya. kenap kita tidak saling membantu,menyikong, saling menguatkan bukan malah saling mengingatkan karena biar bagaimanapun, seberapa besar kesalahan yang dilakukan saudara2 kita dg ijtihad nya mereka adalah saudara2 seiman kita juga. hak dan kewajiban kita terhadap mereka jauh lebih besar dibandingkan dengan saudara2 kita yang belum beriman. apalagi kesalahan itu pada wilayah2 ijtihad. tidak adakah kompromi dg mereka. atau sabagian kita merasa paling benar terhadap sebagian yang lain ?. bisa jadi pendapat mereka salah dan pendapat kita yang benar. tapi apakah tidak ada kemungkinan pendapat mereka yang BENAR dan kita yg SALAH ?…mengapa kita merasa sok paling benar…apakah kita sudah BENAR2 tau dan faham mengapa sebaian saudara2 kita baik yang di partai dan di luar partai memilih ini atau memilih itu…sekali lagi apakah kita sudah benar2 tau alasanya ? apakah kita sudah benar2 tau apa yang mereka perjuangkan…? jangan sampai kita MENYESAL nanti karena apa yang kita tuduhkan kepada sebagian saudara2 kita ternyata SALAH ?……memang kita bisa minta maaf dan insyaallah dimaafkan. tapi tahukah kita bila yang kita tuduhkan itu ternyata fitnah dan itu sudah tersebar, apakah hanya dengan maaf saja persoalan selesai ? apakah hanya dengan maaf saja citra buruk yang terlanjur melekan karena fitnah yang kita sebar/tuduhkan bisa berubah dg mudah menjadi baik ?… ingatkah kita dengan HADITSUL ‘IFKI (BERITA BOHONG) yg menimpa istri tercinta RAsulullah SAW ?….BETAPA PILUNYA RASULULLAH DAN MENDERITANYA ‘AISYAH KARENA BERITA DUSTA ITU ? . SAUDARAKU…kita memang berbeda, pendapat kita berbeda tapi jgnlah perbedaan itu menjadikan kita rapuh karena kita salah menyikapai saudara2 kita. semoga bisa menjadi tadzikora bagi kita semua…..amin…

  11. PANJANG BANGET……buat aja yang simple tapi berisi………….biar tidak terkesan Meng ” IDOLA” kan SBY

  12. Saya kira deskripsi diatas menambah pencerahan bagi orang2 yang sudah berada didalam PKS. Dan mudah2an ini akan menambah kokohnya jama’ah yang sudah kita bangun sejak dulu untuk melawan kejahatan yang sangat terorganisir saat ini… Semoga Allah akan memberikan kekuatan untuk kita semua. Amin

  13. Saya sangat memaklumi pendapat rekan2 semua. Karena perbedaan itu memang sebuah hal yang pasti/niscaya. Tapi jangan sampai moment ini akan melemahkan kita untuk membangun islam menuju yang lebih cerah. Terutama bangsa Indonesia yang sebagian besar umat islam.

  14. Baca dulu yang ini:
    http://eramuslim.com/dialog/sby-boediono-antara-utang-dan-rakyat-miskin.htm

    http://eramuslim.com/berita/tahukah-anda/mengapa-umat-memilih-antara-liberal-syirik.htm

    Terus pertanyaan saya: Apa isi kontrak politik PKS dan SBY? Mana draft yang bisa didownload masyarakat? Tanpa ini, lalu apa yang bisa diraih oleh ummat, sementara orang-orang lib berlindung di Fox Indonesia?
    Rukun bai’ah yang pertama itu Faham, bukan Amal atau Jihad. Wallahu á’lam.

  15. salaam…
    Allahumma arinal haqqo haqqo.., warjukna tiba’ah..
    mampir yaa…
    http://www.facebook.com/note.php?created&&suggest&note_id=96058578751#/note.php?note_id=94637493751

  16. 1. Apakah hasil munajat malam semua dewan syuro sama untuk memilih SBY?

    2. Benarkah PKS bergabung dengan SBY karena disitu tergabung partai2 islam yang lain? Bukankah PKS sejak kampanya PILEG sudah mencalonkan SBY dimana partai2 lain belum menentukan sikap?

    3. Kalau memang pertimbangannya koalisi partai islam, kenapa partai2 islam tidak membuat poros sendiri? Poros tengah jilid 2 atau apalah namanya?

    4. Siapa bilang orang lebih takut sama PKS ketimbang HTI, FPI, Salafy atau Majelis Mujahidin? Mereka dengan mudah bernegosiasi dengan PKS. Apakah mereka bisa menegosiasikan Pancasila dengan HTI, majelis mujahidin, atau salafi? PKS dengan mudahnya mengakui pancasila sebagai dasar negara. Apakah hal ini karena pertimbangan politik? Kalau memang pertimbangannya politik, kenapa banyak kader2 PKS yang getol menggaungkan demokratisasi?

  17. Lha kalo JK Anda bilang nggak islami, terus SBY gimana, bubarin Ahmadiyah yang jelas jelas sesat aza gak mau,Boediono punya duit 18 milyar kagak mau hajjiii (inget boz, Haji wajib bagi yang mampu), dimane islaminya. Emang Majlis Syura plus Dewan Syariah itu Tuhan, apa setiap keputusaanya tepat, nyebut boozz nyebuttttt. Yang Kita pilih tu JK-Wiranto bukan partainya,emang Demokrat dach bener partai itu, inget bozzz periode 1999-2004 Demokrat belum jelas ujudnya Golkar termasuk salah satu back up islam di parlemen (poros tengah). Sewaktu PK masih segelintir orangnya. JASMERAH brow…

  18. Jangan terlalu mengidolakan, saya dulu pendukung SBY, coba cari tau lebih dalam, baca berita dari surat kabar (yang bisa dipercaya) dll, jangan mendengar atas apa yang orang lain sampaikan tanpa ada sumber beritanya, cari tau kebijakan apa yang selama ini telah diambil SBY, dan pelajari kebijakan apa yang akan diambil SBY kalau dia memerintah lagi, semoga kita semua bisa memilih yang terbaik :).

  19. Saya menilai dari proses reformasi, dari tokoh-tokoh yang muncul menjadi Capres/Cawapres kita mengenal mereka tidak ikut reformasi. Ingatkah jalannya reformasi berawal dari yogya dengan restu Sri Sultan hingga ke Jakarta dengan turunnya Soeharto. Kemudian pencabutan syariat Islam, namun sekarang pencalonan Sri Sultan HB X dihambat, dan para calon mengarah pada kembali keasas tunggal Pancasila. Akan lebih berani jika sekarang diadakan SI MPR untuk menetapkan Sri Sultan HB X sebagai Presiden Ri tanpa pemilu presiden. Ketua MPR sekarang adalah kader PKS tentu tahu proses pemilihan pemimpin negara dalam islam.

  20. maaf bukan pencabutan syariat islam tetapi pencabutan asas tunggal pancasila.

  21. Ini juga dari milis IHRIS

    Assalamu’alaikum. .

    Hmm..sebenernya bantahan terhadap kecendrungan memilih SBY dan keberpihakan untuk memilih JK bisa dibaca di majalah sabili yang terbit awal juli. Disana ada wawancara dengan Kyai Cholil Ridwan,Lc (Ketua MUI dan DDII). Bahasan lain yang penting mengenai pilpres juga bisa dibaca di edisi tersebut (termasuk masalah klenik dll).

    Terkait point2 yan disebutkan :

    1. Pertama tentang dominasi partai islam yang memihak SBY sehingga seakan SBY lebih mewakili ummat, maka hal ini jelas terbantah. Karena justeru ormas2 islam berada di belakang JK. Terlebih secara umum diketahui bahwa keberpihakan partai2 itupun tidak terintegrasi dari atas sampai bawah. Banyak midle manager dari partai2 itu yang berfikiran lain, yaitu memihak JK. Mana yang lebih mewakili akar rumput umat islam,ormas atau partai?

    2. Tentang kasus JK dan playboy serta masalah keberpihakan JK pada syariat islam. Hmm..OK..itu ucapan JK yang memang ceplas-ceplos. Point ini sangat bernuansa ‘mengorek’.. dan saya lihat PKS sekarang mulai melakukan praktik ‘mengorek’ ini, mulai dari kasus playboy, juga ketika beliau mengingatkan masalah cek identitas di pesantren.

    Ingat..kita tidak menganggap JK ideal..kita dalam jalur..”mana yang lebih baik diantara dua pilihan tidak ideal ini”. Nah..yang tadi2 itu coba.. bandingkan dengan penegasan seorang SBY tentang Poligami..ini bukan ceplas-ceplos tapi pernyataan kepresidenan yang diucapkan secara formal di layar televisi. Kyai Cholil Ridwan ungkapkan ini dalam wwancaranya di majalah SABILI, dari sini terlihat SBY atau ‘pembisik’ dibelakangnya’ yang punya agenda besar menolak syariat islam..dan saat itu ada momentum untuk memojokan salah satu bentuk syariat yang sering dipermasalahkan di masyarakat yaitu poligami. Silahkan baca lengkap ulasan tentang agenda liberalisasi melalui pilpres ini.

    Ketiga, betul sekali hasil syura tentu lebih baik dengan perhitungan pribadi. Namun tentu kita tidak boleh sempit melihat bahwa yang syura hanyalah PKS, bukankalh ormas2 islam pun punya mekanisme syura. Muhammadiyah, Hidayatullah, juga Wahdah Islamiyah (diantara ormas yang lebih memilih JK) punya mekanisme syura, sehingga keberpihakan mereka juga adalah hasil syura.

    Bahkan, sepengetahuan umum, keputusan PKS itu lebih berat pada pertemuan 6 mata antara SBY,Presiden PKS, dan ketua Dewan Syura. Dimana ketika awal pertemuan pihak PKS justeru datang dengan keraguan (terutama tentang Boediono), lalu setelah itu sepakat dan mendukung. Dalam mekanisme syura..keterbukaan perlu diperhatikan sehingga para anggota memahami alasan2 yang dijadikan landasan. Nah..alasan apa yang terjadi dalam pertemua beberapa jam sebelum deklarasi itu? apa perubahan dalam pertemuan itu dihadiri / disepakati oleh seluruh anggota dewan syura ? (hmm..meskipun tentu dua orang ini boleh mengambil keputusan..hanya point ini untuk meminimalisir efek ‘99 orang’ yang tentu bernuansa meyakinkan sehingga kita lupa content dan hystory nya).

    kelima, tentang dua kriteria pemimpin dan juga prioritas dari dua hal tersebut. ya..pemimpin harusnya saleh dan juga pandai strategi (kemampuan memimpin). Sy lihat ungkapan penulis justeru mengarahkan kita milih JK. Kenapa ?

    begini.. betul sekali bahwa dalam memilih pemimpin prioritas kepiawaian dalam bidang kepemimpinan lebih penting dari keshalehan pribadinya (selama tidak non muslim tentunya). Nah..dalam uraian, seakan penulis menguatkan pendapat mayoritas umum masyarakat bahwa JK lebih sholeh, dan pendapat ini banyak yang menyetujui (termasuk penulis dan umumnya kader PKS, apalagi kalau cawapres juga dihitung).

    Itu tentang kesalehan lalu tentang kepiawaian bagaimana ? kayanya tidak ada kepastian jelas (baik pemahaman umum masyarakat atau kesepakatan para pengamat) mana yang lebih piawai memimpin ? Apa JK lebih parah dari sisi strategi kepemimpinan? sy fikir tidak ada yang dengan yakin menjawab Ya atas pertanyaan ini, termasuk para kader PKS sendiri. Terlebih melihat bagaimana beliau meredam tribulasi internal golkar (dimana pemainnya tentu lebih ahli) dibandingkan ketidakmampuan SBY menertibkan anak buahnya di Demokrat (yang padahal notabene tidak ’selincah’ kader2 golkar).Juga bagaimana beliau memimpin penyelesaian beberapa pemulihan bencana.

    Tp okelah kt tidak berdebat dalam hal ini, setidaknya dalam point kedua ini SBY dan JK pada posisi imbang..

    Jadi kita tidak pada posisi pilihan yang satu unggul di satu hal lalu yang satu unggul di hal yang lain dimana hal lain itu lebih prioritas. TAPI kita pada posisi yang satu lebih unggul ( wa laa nuzakki ‘allallahi ahadan wallahu haasibuhuma, kita tidak mensucikan seseorang didepan Allah, Allah-lah yang menghisab mereka berdua) dari sisi kesalehan dan untuk sisi lain keduanya masih beimbang.

    Kalau diidentikan dengan point dalam sepakbola maka yang satu pointnya 4 (1 menang satu SERI), yang satu pointnya 1(1 kalah 1 seri).

    Kelima, tentang organisasi Golkal yang ada dibelakang JK.
    Hmm..lalu siapa yang ada dibelakang SBY? Pada saat ini begitu jelas bahwa agen2 liberal (khususnya Jaringan Islam Liberal) ada dibelakang SBY. Maaf mereka bukan dibelakang.. tp mungkin disamping, karena mereka bukan dalam posisi ‘numpang’ seperti partai islam lainnya, tp mereka justeru penasehat kepercayaan SBY. Pada liberal ini terkumpul dua hal yaitu keinginan yang sangat buruk dan kedua kemampuan/kelihaian untuk melaksanakan itu. Hal ini membuat berkoalisi dengannya lebih berbahaya dari pada berkoalisi dengan orang yang mungki punya keinginan buruk tp ia dalam posisi yang lemah untuk merealisasikan keinginan tersebut. yang ideal tentu tidak berkoalisi dengan yang punya keinginan (track record idealisme) buruk. Tapi kembali..kita memang tidak dalam posisi memilih yang ideal..kita dlm posisi ‘memilih yang lebih kecil mudharatnya’ .

    Lalu tentang buruknya Golkar, bukankah golkar = suharto? lalu kenapa point ini muncul dari pihak PKS padahal mereka mengangkat suharto sebagai pahlawan dalam iklan mereka baru2 lalu ? Tp mungkin saja ini strategi politis yang tidak kesampaian oleh logika sederhana sy.

    Keenam, khusus point ini terus terang saya lihat penulis mulai kehilangan konsentrasi. Apa hubungannya JK lebih saleh dengan posisinya yang lemah di golkar. Jadi pertama..point keenam ini sebenernya lemah dari sisi logika mengambil kesimpulan juga agak bertentangan dengan point kelima. kalau memang (menurut) point kelima Golkar bermasalah.. bukankah. . banyaknya protes kepada JK sebagai pimpinan Golkar menunjukkan ada hal baru yang dibawa JK pada kendaraan besar tersebut, namun tentu pembicaraan tentang ini tidak penting.
    Artinya dominasi JK di golkar besar atau tidak sebenernya hanya menjadi pertimbangan kalau kita berfikir dengan ‘otak’ oportunis dimana kesempatan menang atau membonceng yang menang adalah salah satu tujuan (tanpa peduli siapa yang juga dibonceng oleh pemenang itu, bahkan rekan seboncengan itu dibonceng di bangku depan atau terkadang menduduki posisi supir).
    Overall, sementara ini JK mampu menggerakkan mesin politik Golkarnya, Yuddi Chrisnandi yang awalnya bersebrangan (dan mewakili keinginan generasi muda golkar) bisa dirangkul bersama. Ya memang Om Ical selalu menggoyang tp tentu kita tahu jelas benang merahnya, karena memang dia sendiri yang biayai freedom Isntitute (yang setali tiga uang dengan Fox Institute, yang merupakan tink tank nya tim sukses SBY) dan lembagai ini pun sangat kental diisi oleh pemkir muda liberal seperti Ulil Abshar Abdalla cs.

    Ketujuh, tentang klenik. Point ini kayanya udah beres dengan pemahaman bersama secara umum bahwa JK (apalagi ditambah Win) lebih saleh dari SBY (apalagi ditambah Boediono). Meskipun kembali itu adalah pendapat umum kita yang ada di masyarakat (tentu termasuk kader dan juga petinggi PKS, bahkan majelis Syura PKS, bukankah PKS sempat berpaling kepada JK-WIn dengan alasan lebih islami dan mewakili ummat dari pada SBY Boediono? nah pertemua 6 mata yang membalikkan pemahaman inilah yang td saya singgung dalam point tentang syura), kita tidak tahu keadaan hakikinya hanya Allahlah yang menghisab mereka berdua (dan kita semua).

    Kedelapan,Ya betul sekali zig-zag keputusan karena bertambahnya ilmu dan pertimbangan syar’i tentunya sangat dibolehkan. Ulama kita pun ada istilah pendapat lama dan pendapat baru. Bahkan diantara kaidah yang sering disebut para ulama kita ‘al ibratu bi husnin nihayah la bi naqshil bidayah’ (penilaian adalah pada kebaikan di akhir bukan pada kekurangan yang terjadi di awal).
    Alhamdulillah masih ada waktu untuk kembali berubah..kita menunggu manuver selanjutnya demi kebaikan bersama, semoga manuver yang terakhir adalah manuver yang tepat..karena yang menentukan adalah yang diakhir.

    Wallahua’lam.
    topan setiadipura

  22. Berikut pendapat yang saya berikan kepada beberapa kader dan simpatisan PKS, yang menanyakan ketidak sesuaian keputusan syuro/pimpinan partai terhadap kata hati mereka.

    Fungsi syuro akan terlaksana baik apabila terpenuhi 3 syarat yakni:

    1. Tersedianya sumber-sumber informasi yang cukup untuk menjamin bahwa keputusan yang kita ambil dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
    2. Tingkat kedalaman ilmu pengetahuan yang memadai harus dimiliki setiap peserta syuro.
    3. Adanya tradisi ilmiah dalam perbedaan pendapat yang menjamin keragaman pendapat yang terjadi dalam syuro dapat terkelola dengan baik.

    Berikut analisa pribadi saya dan evaluasi terhadap hasil keputusan syuro / dewan pembina partai, pada kenyataannya tidak sesuai dengan kata hati sebagian kader/anggota partai.

    Kemungkinan kekeliruan itu tentu bukan terjadi karena point 2 dan point 3
    sehingga penyebabnya adalah tidak terpenuhi syarat point 1, tidak terpenuhi sumber-sumber informasi yang cukup. Tidak terjadi pembanding yang fair antara pa SBY dan Pa JK (tentu pilihan bu Megawati secara wajar dieliminir oleh partai dakwah). Sesuai ungkapan tak kenal maka tak sayang. Juga tidak menghilangkan kemungkinan “penghilangan” sumber informasi untuk suatu “pesanan”/”kepentingan” atau juga ada langkah “pencitraan” yang keliru.

    Sebagaimana yang saya ungkapkan dibeberapa kesempatan, saya contohkan bagaimana membandingkan sumber-sumber informasi sangat sederhana untuk pengambilan keputusan dalam mengikuti pilpres nanti.
    Pembanding ini dilakukan dengan sangat fair, menurut istilah yang kita kenal “apel to apel”

    Pilihan yang tersedia sekarang menjadi lebih sederhana adalah,
    2. Susilo B Yudoyono / Boediono
    3. M Jusuf Kalla / Wiranto

    Sesuai di tulisan saya di,
    http://mutiarazuhud.wordpress.com/2009/05/19/seruan-umat-islam/

    Hal yang harus diperhatikan dalam memilih pemimpin sebaiknya berdasarkan ketaqwaannya kepada Allah SWT.
    Ketaqwaan dapat dilihat dari hasil / perbuatan sang pemimpin apakah sesuai dengan perintah Allah SWT.

    Sekarang secara sederhana kita memperhatikan bentuk ketaqwaan pa SBY dan pa JK,

    Pada saat deklrasi, pa SBY sebagai pemimpin menyetujui menghambur-hamburkan uang untuk untuk sekedar acara deklarasi sedangkan pa JK menyetujui mengeluarkan uang sebaik mungkin. Ternyata kebijakan beliau dalam pembiayaan acara deklarasi paling rendah dibandingkan calon pemimpin lainnya.

    Firman Allah,
    “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS Al Isra’ : 27)
    “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu)” (QS. At-Takatsur:1-3)

    Pada saat deklarasi, pa SBY sebagai pemimpin menyetujui format acara meniru/meneladani kaum Amerika. Sedangkan pa JK sebagai pemimpin meniru keadaan yang dirahmati Allah SWT yakni proklamasi kemerdekaan dahulu.

    Firman Allah, “Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.” (Ar-Ra’d: 36-37).

    Sebagaimana yang telah ditetapkan dalam syariat bahwa tidak boleh bagi muslim atau muslimah untuk ber-tasyabbuh (meniru) orang kafir baik dalam perkara ibadah, hari raya atau tasyabbuh dalam penampilan.

    Kita berlindung diri kepada Allah swt dari sikap mengindahkan kata hati nurani dan akal sehat, karena dikalahkan oleh nafsu syahwat. Dan sekaligus kita berdo’a agar kita dikaruniai iman dan aqidah yang kokoh sehingga melahirkan mental yang sehat dan hati yang waras –qalbun salim-. Tentunya dengan usaha keras kita menggapai hidayah-Nya

    Dalam rangka “tak kenal maka tak sayang” dan sekaligus bertujuan agar tidak terjadi salah memilih pemimpin negeri. Alih-alih mengharapkan / memaksakan untuk 1 kali putaran untuk menghemat “uang rakyat” sebesar 4 trilyun, namun sebuah kekeliruan bisa berakibat kerugian “uang rakyat” ratusan trilyun rupiah dalam 5 tahun kedepan. Menurut saya kampanye ini , benar-benar “membodohkan” rakyat. Sayangnya pemimpin membiarkan itu terus berlangsung.
    Untuk mengenalkan sosok sesungguhnya pa JK dan menangkal pencitraan yang salah yang dilakukan beberapa pihak, maka saya muat tulisan di blog saya mutiarazuhud.wordpress.com.
    Selamat mengetahui kebenaran.

  23. podo wae semuanya…..kasihan dalilnya betul tp tafsir dr para ulama tidak d tampilkan….tafsir sendiri yah tinggal comot2 aja mana yg pas d ambil yg tidak sesuai dg demokrasi d buang…kasihanilah dirimu sendiri hati2 dlm menyampaikan pendapat para ulama mohon d sertai dg tafsirnya or asbabul nuzulnya pasti beda deh….

  24. saya yakin ini alasan pribadi karena tidak relefan dengan informasi resmi dari PKS http://pk-sejahtera.org/v2/download/JPEG/iklan%20pilpres%201%20jpg.jpg mohon kepada penulis menuliskan ini sumbernya dari mana…

  25. PKS dari dulu selalu merasa lebih soleh dari yang lain. sadari itu. tidak semua orang yang rajin tahajjud akan dibimbing oleh ALLAH. ambil contoh LIA Aminuddin dia itu asalnya seorang yang dawam Tahajjud tapi sekarang jadi Pengikut IBLIS karena bijikan Setan ketika tahajjudnya. bukannya saya anti PKS yang mendapat julukan partai Paling SOLEH, Bersih, Bebas KOrupsi. Pasti Korupsi SEBEL, It Just MY Purely OPINON. OK…

  26. sayang pusing bacanya!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  27. Assalamualaikum,

    Saya prihatin dengan artikel di atas itu, yang menurut saya Taklik, taklik apa ya? kalau analisanya cuma begitu, sepertinya mengada-ada kayanya.

    Anda tahu tidak kader PKS yang juga tim sukses SBY, pada waktu pertemuan di gedung ormas tertentu kebetulan kami hadir disana, apa yang dikatakan oleh kader PKS, dia mengakui bahwasanya SBY itu memang meremehkan umat islam, tetapi ini off the record katanya).

    tetapi kenapa PKS masih ingin berkoalisi dengan SBY, hanya dengan kontrak politik yang belum tentu dipenuhi oleh SBY, seperti ungkapan kader PKS bahwa SBY meremehkan umat Islam.

    Kalau sudah seperti itu yang pada waktu PILEG yang lalu kami sekeluarga pilih PKS, menjadi sia-sia dan salah memilih, saya khawatir PKS yang tadinya harapan kami partai Islam yang cukup diperhitungkan dan maju dimasa datang, akan menjadi partai yang hancur karena salah menentukan PILPRES ini.

    Alhamdulillah kita telah menyaksikan debat putaran terakhir dan perntanyaan terakhir yaitu :
    Bagaimana jika Bapak/Ibu bila tidak terpilih menjadi Presiden?

    Mega : akan tetap membangun Indonesia
    SBY : mengucapkan selamat kepada yang menang ( jawaban yang umum dan JAIM banget)
    JK : Pulang Kampung, dan mengurus Masjid …. Subhanallah….bangga dengan jatidirinya sebagai Muslim

    Wassalam

    • ooo… jadi ini, cerita’nya kecewa krn pilihan dukungan PKS nggak ke JK toh…,
      kalau gitu gak usahlah bertele-tele… pake’ bilang sis-sia sekeluarga pilih PKS ????
      JK : Pulang Kampung, dan mengurus Masjid …. Subhanallah….bangga dengan jatidirinya sebagai Muslim

      Bangga dg ……
      coba buktikan dulu dan ikuti ke kampungnya sono…
      dan lihat dari dekat apa yang akan dilakukan oleh si Konglomerat Kaya itu…

      ……….. belajar lagi ya……….

  28. Ikhwanii, perkenankan saya berkomentar berkaitan dengan Isi tulisan di atas:

    (1) PKB, PPP dan PAN tidak sepenuhnya mendukung SBY. Mayoritas dukung JK. Silahkan lihat di lapangan. Maka Ini tidak bisa dijadikan alasan, dan oleh karena itu, alasan pertama batal.

    (2) Soal Playboy… dengan pernyataan itu, JK justru menunjukkan bahwa perangkat kita masih lemah, dan perlu diperbaiki. Bagaimana dengan SBY akh… diam saja!

    (3) Baik akh.. setuju Syura… bagaimana pendapat antum tentang Syura yang dilakukan para Ulama Nahdlatul ‘Ulama dan Muhammadiyah yang mendukung JK? ada 1000 lebih (tidak hanya 99 orang) Ulama’ NU yang berSyura dan mendukung JK. Berkaitan dengan Syura 99 orang, Antum sendiri menulis “… PKS bukan kumpulan malaikat dan nabi. Mereka adalah manusia-manusia…”

    (4) Soal kemenangan dan kesalehan: Kemenangan Demokrat tidak serta-merta menunjukkan bahwa SBY saleh. Tentu ini tidak ada kaitannya. Kesalehan JK secara pribadi juga tidak ada kaitan dengan kekalahan Golkar. Kemenangan Golkar jaman dulu juga bukan karena Kesalehan Soeharto kan?

    (5) Tentang bahaya jika Golkar menang karena sarang korupsi: Jika memang benar… tentu harus waspada dengan Demokrat, karena isi Demokrat adalah bekas orang-orang Golkar juga. So, paradoks jika mengatakan anti Golkar tapi Bela Demokrat. Mereka sama akh.

    (6) Fatwa akan berubah-rubah sesuai perkembangan jaman: saya setuju, tetapi tetap pada garis yang lurus, bukan lalu menyepelekan Jilbab. Saya setuju dengan akh. Indra Kurniyawan bahwa Jilbab bukan sekedar “selembar kain” (seperti yang dikatakan Pak Tif). Jauh sebelum pilpres ini, kedua istri JK-win sudah berjilbab (ingat ini bukan sekedar “selembar kain”). Tentu Akh. Anis Matta tahu betul, sebagai menantu Wiranto.
    Tapi Bagaimana dengan keluarga SBY-Budi? kita semua tahu kan?

    (7) Hadits yang antum kutip mengenai orang Fajir akan membantu kebangkitan Islam, hadits itu kontoversi secara Matan. Jadi tidak bisa digunakan untuk mensyahkan SBY.

    (8) Jika memang menyatakan bahwa dirinya Muslimah, mengapa Istri Budiono tidak berani menunjukkan KTPnya kepada rakyat?
    Andai kata dia memang Katolik, mengapa tidak berani menunjukkan dirinya Katolik secara gentle. Apakah seharusnya seperti ini dunia Politik? Penuh ketersembunyian?

    kita khusnudzan saja bahwa PKS tidak silau dengan kekuasaan…

    Mudah-mudahan kekhawatiran Ikhwan-akhwat Tarbiyah non-PKS tidak terjadi…bahwa Tarbiyah akan rusak karena Politik.

  29. Silahkan simak yang ini : hati saudara2 sekalian ada dimana???? http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2005/12/09/brk,20051209-70403,id.html.. with another sad memories
    50 Pesantren di Jateng dan DIY Tolak Sidik Jari …

  30. Allohul musta’an.. Dusta macam apa ini, memasukan logo ormas/komunitas sosial muslim yg anda sertakan di tulisan ini.. Hati2 anda, seorang muslim sejati tidak perlu mengada2 dalam mendeklarasikan kepentingannya.. Takutlah kepada Alloh akhi..
    Nurani anda bisa menilai bahwa ormas/komunitas sosial muslim yg terrepresentasi dari logo2 diatas tidak semua setuju dengan alasan politis besar kecil ataupun berlepas sama sekali.. Allohuakbar, kemanakah mereka para aktifis dakwah ini menaruh kejujurannya, perilaku anda yg tidak irrasional dalam membanggakan tujuan ego individu ataupun kelompok anda telah membuat anda kehilangan rasa malu dan jiwa ksatria dalam menyatakan fakta dan kebenaran.. Takutlah kepada Alloh akhiiyy..

  31. Allohulmusta’an.. ada pengecut disini ternyata.. Allohuakbar.. Ana mau tabayyun , apa anda hapus posting comment ana??
    Klo ga berani, silahkan via email ana..

  32. Setelah ada kesalahan teknis di tmpt akses ana.. Ana meminta maaf utk posting comment ana tertanda pukul 12.34.. Ana hanya bermaksud mempertegas keberadaan comment ana yg sebelumnya pukul 8.10..

    • ya akhi bertaubatlah kpd Allah….
      antum terlalu emosional & terlalu reaktif sehingga keluar kata2 kasar dan tidak pantas di ucapkan kepada saudaranya yg lain, hanya krn dia memasukkan logo2 ormas yg hanya dia masukkan sbg ilustrasi dari macam2 komunitas muslim di negara ini. Asumsi anda yg belum tentu benar ttg pencantuman logo tsb, tak urung telah melahirka cacian dan fitnah-2 hanya krn memperturutkan hawa napsu, terbukti anda sdh pula mengatakan PENGECUT padahal ada kesalahan teknis pd anda sendiri. Anda seharusnya malu dgn perilaku anda…
      Dengan begitu, amat mudah di ketahui typical muslim macam apa anda ini ???
      Ana sendiri yang dari awal hanya memperhatikan tulisan-2 disini, pada akhirnya nggak tahan juga membiarkan sikap/perilaku yg amat buruk dan memalukan dari anda (Rully). (Ingat…: jgn seperti si muqbil, madkhalli, ataupun lukman ba’abduh yang terbiasa memaki saudaranya bahkan mentakfir, menta’dzir yang lain… sedangkan Rasulullah walau keras thd org kafir namun lembut dan berkasih sayang thd org muslim (al-fath)).
      Maka istighfar & bertaubatlah !!!

      • thoyib kesalahan teknis itu mmg terjadi saat kmrn memposting ini.. Tp itu tidak menyurutkan esensi “kritik” pada artikel ini..
        Ana tidak segan meminta maaf pada posting selanjutnya, karena itu murni teknis bukan inti nasihat/kritikan ana..
        Ya akhi, anda tau pasti ttg salafy, jgn naif apakah salafy mau disertakan dalam persatuan politik ini?! Tidak!
        Wahai akhi (i. samudera) jangan tertipu oleh slogan toleransi, justru karena kita lembut dan berkasih sayang, mari kita hidupkan nasihat dan amar ma’ruf diantara setiap muslim dgn nasihat dan kritikan di atas Al Qur’an dan As sunnah ‘ala fahmi salaful ummah.. Bersikaplah ilmiah dalam memposisikan ini..
        hukumi seorang ulama dgn timbangan ilmiah Qur’an dan sunnah, sehingga anda alloh akan bukakan kemudahan itu mengenali siapa tokoh yg menyeru kpd bid’ah dan siapa tokoh yg menyeru kpd sunnah..
        Lihat lah sikap anda dng mengatakn si fulan dan si alan dng sebutan yg bisa ternilai tidak menghormati, mereka adalah muslim dalam kapasitas mereka yg kaum muslimin baik lawan ataupun kawan mengetahui ttg mereka (syaikh Muqbil, syaikh rabi’, dan ustad luqman ba’abduh)
        Jangan ta’ashub, tapi bersikaplah ilmiah dalam menghukumi suatu permasalahan..
        Silahkan anda nilai , dan anda tanyakan apakah logo2 tersebut diridhoi oleh sebagian kaum muslimin yg ada..?! Ingat, sejumlah kritikan panjang ttg gerakan partai islam telah menuai antipati bagi kaum muslimin.. Ini fakta sosial, adapun ttg fakta ilmiah ttg batilnya dakwah partai para ulama telah panjang mengemukakannya..
        Ingat, yg hilang dari ummat ini dan dari aktifis islam adalah sikap ilmiah dalam mengkaji agama.. Pelajari lagi kitab2 ulama salaf , semoga anda terbuka ttg hakikat kelompok2 sesat yg ada.. Semoga alloh memberi petunjuk bagi ana dan antum..

  33. inilah bukti, bahwa agama bisa di politisir. tidak ada bedanya kader pks yang patuh begitu saja dengan keputusan segelitir orang dibandingkan dengan pendukung gus dur yang mendukung gus dur mati-matian.

  34. saya kecewa dg orang2 yang berpendapat terlalu menyalahkan dan menyudutkan PKS. SUDAH CUKUP kita berkomentar yang menyakitkan hati sesama orang mukmin. Ingat akan ayat Allah di surat Al. Hujurat “Sesungguhnya orang mukmin itu bersaudara”..Gak pantas rasanya kita sesama muslim tapi saling menyalahkan. PKS mempunyai sikap sendiri dg berbagai pertimbangan. bagi kalian yang tidak suka, tidak setuju silahkan tapi jangan menyalahkan yang berlebihan. Seolah kalian lah orang yg paling benar, pendapat kalian yg benar. apa kalian yakin kalian orang2 yg lebih baik dari mereka??sholat kalian, ibadah shoum kalian? ?keikhlasan kalian??apa kalian bisa menjamin lebih baik dari mereka??lantas, apa yg sudah kalian berikan untukbangsa ini??Orang2 di PKS hanya mencoba utk berikhtiar utk mencapai hal yg baik. kalaupun PKS salah jalannya, niat mereka menyimpang, biarlah Alah yg membalasnya..mari kita doakan..semoga kaum muslimin di dalamnya selalu diberikan petunjuk oleh Allah..memang gampang menghujat tapi tidak melihat kekurangan dri. Dan bag yg mendukung dan masih memberikan kepercayaan kepada PKS, semoga apa2 yg mereka katakan, sudutkan, bisa mengingatkan PKS selalu utk memberikan apa yg PKS miliki utk negeri ini. n Semoga Allah selalu meridhoi langkah2 PKS. Jangan takut akan celaan orang yg suka mencela, tapi takutlah kpd Allah saja..hanya kpd Nya kita berharap semua yg telah kita berikan.

  35. utk masalah satu jam bertemu dg SBY, tidak ada apa2. jujur pertama kali sya juga sangat kaget knpa tiba2 bisa selesai pdhl sebelumnya bebrapa orang dari PKS seolah menyatakan kemungkinan tidak mungkin berkoalisi dg PKS. yg perlu diluruskan adl. isi pertemuan dg PKS yaitu utk menyetujui kontrak poliik, atw agenda kerja dg SBY. n tidak ada isi dlm kontrak mengenai masalh wapres. PKS sudah membicarakn isi kontrak kerja dg tim sukses dari SBY, tapi PKS ingin agar pak SBY sendiri yg bertemu dg PKS. Tetapi SBY sedang sibuk karena harus menyelesaikan urusan kenegaraannya sendirian tidak didampingi oleh Jk, krn bpk JK sudah sibuk dg urusan kampanyenya. kita tau sendiri jauh2 hri JK memang sibuk dg urusan pencalonan diri beliau. dan kebetulan waktu yg longgar adlh. bertepatan dg deklarasi di Bandung. n SBY meminta maaf kpd PKS karena baru ada kesempatan saat itu. jadi masalah wapres hanya masalah komunikasi antara PKS-SBY. n memang pihak PKS terlalu cepat menanggapi n emosional. Masalh satu jam, SBY, sudah mengetahui isi kontrak kerja namun belum di tanda tangani n bertemu lebih lanjut dg PKS. hanya melalui tim sukses dari SBY. dan yg paling penting dlm kontrak kerja tidakada satupun point mengenai pembagian kursi..insyAllah..jika boleh bersumpah, wallahi, tidak ada pembagian jatah dlm kontrak.

  36. menanggapi ttg bu Ani yg pakai jilbab, kita doakan saja..husnuzhon lah..kita dukung niat baik ibu. n kita doakan semoga diberikn hidayahNya..mslh statement setelah jum”at, yg penting bukan statementnya tapi shlatnya. alhamdulillah JK, SBY sama2 menjalankan perintah sholat. gak usah dipermasalahkan. masalah koalisi dg SBY karena partai2 islam juga dg SBY, dari informasi insyAllah akurat, sebenarnya bukan masalah krn partai2 islam juga bergabung dg SBY. tetapi krn SBY yg menyetujui kontrak kerja dg PKS semua point. Tidak dg pak JK. lebih ke sana bukan karna partai islam. PKS ingin koalisi berdasarkan agenda kerja bukan pembagian jatah kursi. Wallahu’alam dg partai yg lain. krn setahu saya, partai lain tidak ada yg mengajukan kontrak kerja. lagipula sepertinya utk poros tengah mencalonkan dari partai islam justru suara kita akan terpecah. Jika kita liat dari poros islam sosok siapa yg pantas maju dari perwkilan partai Islam.?mungkin baru pak Hidayat yg terlihat. PKS bisa bahkan setuju pak Hidayat maju. yg jadi pertanyaan apkah partai lain mau mnegusung beliau?sedangkan di partai islam lain suara mereka terpecah2..TTG PKS dan partai islam tidak memiliki goal yg cemerlang, munkin karna kita tdk mendpatkan informasi lebih, atau bisa jadi seperti pepatah, kebaikan yg kecil tertutupi oleh kejahatan. lagipula selama ini PKS berusaha memberikan sesuatu yg baik tetapi pasti yg dilihat adlh kekuarangannya kan?seperti ini..gak melihat bahwa biaya gratis SPP adlh perjuangan KOMISI E PKS dibantu dg pihak lain, masalah pemberdayaan pangan..dsb walaupun tidak mudah.. mslh kejawen..saya juga membacanya. tapi itu dilakukan oleh orang2 tepatnya rakyat yg mendukung capres.bukan capres sendiri. memang bkan cuma yg mendukung JK saja yg melakukan ritual tapi juga SBY. yg penting selama pribadi mereka tidak melakukan syirik..alhamdulillah..

  37. masalh liberal..saya akui orang2 dibealakng SBY banyak JIL. tapi Jk pun dmikian terlebih Mega. Kenapa kita gak melihat sisi positifnya saja dari koalisi PKS-SBY? kalo boleh dikatakan SBY sosok yg sangat berpotensi dan kalo dikatakan kasarnya beliau dimanfaatkan oleh orang2 dibelakangnya. Utk itulah, PKS mengawasi jalannya pemerintahan SBY, ikut mendampingi, memberikan kontribusi, kpd SBY jika memang terpilih, agar SBY tidak sepenuhnya disetir oleh orang2 JIL. Di d;lm kontrak beberapa point berisi ttg kepentingan dakwah, tidak menghalangi perkembangan islam dan dakwah. itu merupakan ikhtiar PKS utk dakwah. Ketiika sedang ramai2nya ttg terorisme n banyak org yg di boikot oleh SBY termasuk Haromain punya pak Hidayat, pak SBY menerima berbagai bukti dari Haromain n akhirnya membebaakan haromain dari tuduhan teroris. Sedngkan JK, malah menuduh pesantren sbg sarang teroris dan harus dibumihanguskan..Jk yg melindungi LDII, bahkan meminta dukunagn dari orang2 LDII yg kita tahu LDII itu dilarang n berbahaya. n juga ahmadiyah..wallahu”alam

  38. masalah ttg kontrak kerja alhamdulilalh saya sudah liat. n patinya da alasan sendiri knpa tdk dimasukkan ke dlm situs PKS. coba tanya kpd orang2 yg sudah lama terlibat aktif dlm PKS insyAllah mereka punya..saya jg punya fcnya..benar rukun baiat yg pertama itu faham..orang belum faham krn belum mebacanya..maka itu cobalah mencari n memintanya spt uul saya tadi. n kefahaman itu bukan cuam berdasarkan bacaan tetapi bisa jg hail bayanat atau penjelasan dari orang lain. agar kita faham cobalah liat isi alasannya jgn liat yg buruk2nya dahulu..PKS, HTI, FPI dsb semuanya sama2 berjuang untuk islam n dakwah. semua mempunyai tugas dan spesialisasi..jadi tolong jgn slaing menyalahkan, merasa paling2..mari kita saling mendukung perjuangan demi tegaknya islam buakn malah berpecah belah n saliing menyalahkan..wallahu”alam..yg benar datangnya dari allah n yg salah dari minimnya ilmu saya pribadi dibandingkan ilmu Allah..

  39. Tulisan yang bagus. Disampaikan dengan cermat, penuh logika, dan ketenangan jiwa. Memberikan kritik, namun tidak kasar. Tidak emosional dan penuh ketenangan.

  40. Bagaimanapun juga dalam proses perjuangan Rasull, cara kooperatif tidak pernah di pakai. tetap harus furqon, putih tidak akan bisa bercampur dengan hitam.

  41. Bismillah………..
    aq koq ga yaqin sama partai berazas Islam manapun…karena Islam,,,setelah dibawa ke ranah politik,,pasti Islam yang agung itu tereduksi oleh islam parsial…yang dalilnya dibuat cocok sama kepentingan “partai islam” itu sendiri………

    jadi mungkin yang cocok ya…………………….Islam yes,,partai Islam no…..

    ngeten nopo,,,,,,

    • ISLAM Yes Partai Islam No…!, wah iki pasti anak buahe Nurcholis Madjid (yum.) (yang udah mati) sang Bapak Pluralis Indonesia

  42. insyaallah islam pasti menang….!!
    walaupun antum berdebat dengan sangat panasnya..!!
    dan ketika anum di sibukkan dengan berdebat, insyaallah para da’i yg benar2 berda’wah sedang sibuk mengurusi ladang2 da’wahnya untuk menuai hasilnya di akhirat kelak..!!

    hati2 dengan lidah yang tak bertulang dan mulut yang tidak berbingkai..!!

    salam sejahtera semua..!!

    • Sep..sep…setujuuu…..debat trs…tau gak…di belakang kaloang ada yang lagi ketawa…wakakwkawkakwka…..”kacian neh org islam…..” githu kt SYETAN Laknatullah…
      so…go freedom…fos islam….i love it…sistem islam yes, sistem jahiliyah no thanks…

  43. semoga PKS tetap menjaga amanah ummat untuk dakwahnya dengan tidak terjebak dengan politik praktis dan tipu daya musuh2 Islam…

  44. Assalamu’alaikum Wr.Wb

    saudaraku………..jika PKS memang berjuang untuk menegakkan islam, buktinya mana??? setiap mereka berkomentar justru mengagung-ngagungkan Demokrasi…..sampai detik ini mereka hanya sibuk mencari jabatan dan posisi untuk kepentingan individu dan partainya bukan untuk UMAT. PKS tidak pernah mengatakan kepada UMAT “tegakkan islam, Terapakah Hukum-hukum Allah dan Hancurkan Demokrasi”. mungkin itu dulu saudaraku…..

    wassalamu’alaikum Wr.Wb

    • Saudaraku, PKS itu katanya berjuang menegakkan islam, buktinya ? gak jelas …! malah lebih banyak memanfa’atkan lembaga-lembaga, masjid-masjid, sekolah-sekolah untuk mencari dukungan demi kemenangannya. Kasian orang-orang sholeh yang mengelola lembaga-lembaga Islam… Kasian pengurus-pengurus yang tulus ikhlas yang memakmurkan masjid-masjid… Kasian pula siswa-siswi yang pengen pinter dan aktip di remaja mesjid atau rohis… oh kasian de lu …


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a comment